Selasa, 29 November 2016

Banda Aceh - Relawan Tarmizi Untuk Aceh Aman Sejahtera (TUAH) keluar dari tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh Tarzimi A. Karim-Machsalmin.
Teuku Izin Ketua Relawan Tarmizi A. Karim menyerukan kepada seluruh relawan untuk tidak melakukan kampanye atau aktifitas pemenangan untuk pasangan Tarmizi Karim - Machsalmina.
"Benar kami udah keluar dari barisan pemenangan Tarmizi Karim," ujar Teuku Izin, Selasa 29 November 2016.
Teuku Izin menjelaskan, saat ini tim pemenangan Tarmizi A. Karim-Machsalmina mulai tingkat gampong, kecamatan hingga kabupaten/kota telah berhenti bekerja sebagai relawan Tarmizi, hal ini dikarenakan adanya konflik internal dalam tubuh tim pemenangan.
"Yang jelas tidak ada lagi kerja pemenangan untuk Tarmizi, mulai dari tingkat Gampong hingga kabupaten/kota di seluruh Aceh,"jelasnya.
Teuku Izin menegaskan, mulai saat ini sesuai kapasitasnya sebagai ketua  bahwa relawan Tuah tidak lagi bekerja untuk calon gubernur Aceh Tarmizi karim.[mediaaceh].
Banda Aceh - Ketua definitif PNA Pidie, M. Zaini alias Lambak, mengungkapkan komitmennya untuk memenangkan Mualem-TA Khalid di pilkada 2017. Hal ini diungkapkan M. Zaini kepada mediaaceh.co di sela-sela silaturahmi dengan pengurus Suara Rakyat Aceh (SURA) di salah satu warung kopi dalam Kota Banda Aceh, Rabu sore, 23 November 2016. "Kita harus kembali bersatu. Rapatkan barisan. Hari ini banyak persoalan dan hak Aceh yang belum tuntas di Jakarta. Untuk menagih semua butir-butir MoU Helsinki, ya dengan kesolidan rakyat Aceh di bawah komando Mualem," ujar M. Zaini. "Aceh leubeh jroh bila mandum bersatu di bawah komando Mualem. Lagee awai. Ini hasil renungan panjang saya," kata M. Zaini lagi. M. Zaini mengaku tak ingin MoU Helsinki berakhir seperti perjanjian Lamteh. "Kalau kita berpecah belah, maka ini yang diinginkan lawan. Sebagai mantan kombatan, saya merasa bersalah jika MoU Helsinki bernasib sama seperti perjanjian Lamteh. Jalan keluarnya ya seperti saya sebutkan tadi, kembali bersatu di bawah komando Mualem," kata M. Zaini.